Selasa, 08 Juli 2014

Rain of Tears Carrier; Story Inside of Strory


 Rain of Tears Carrier; Story Inside of Strory
 Satu cahaya dibalik ribuan rintik hujan.
Tentang cinta, kenangan, dan harapan.

Adalah sebuah cerita yang dikemas sedemikian rupa hanya untuk menyalurkan hobbi si penulis. Sebagian dari karya yang ditulis lelaki 19 tahun itu hanya sebagai bukti, bahwa semua orang itu sebenarnya bisa. Jika ada niat, minat, usaha, dan do’a.

Naskah cerita ini terbentuk karena sebuah keinginan. Dengan ide dasar dari pengalaman hidup seorang teman yang kemudian dicampur dengan beberapa imajinasi, menjadikan karya yang awalnya nonfiksi ini menjadi fiksi murni.
Tema dari cerita ini kebanyakan tentang motivasi, persahabatan, keluarga, agama, dan cinta. Hampir menyeluruh dan dirangkum dalam satu buku.
  
Pada dasarnya tujuan inti dasar cerita ini, adalah membohongi para pembaca, dalam arti terperangkap dalam jebakan kata-kata yang telah tertulis. Mengapa demikian? Si penulis, sebut saja Febry Gilang R, menjanjikan cerita detail dari naskah ini akan membuat beberapa pembaca menunjukkan ekspresi emosi mereka dan berakhir dengan kekaguman. Jadi untuk saran, tetap fokus dalam membaca itu perlu.
  
Ya, mungkin dari pembaca akan menemukan titik jenuh ketika bertemu dengan dialog antar tokoh, tapi itu bukanlah hal yang mengurangi nilai kualitas naskah cerita ini. Sesuai target, motivation menjadi inti cerita walau pada dasarnya tema cerita ini adalah tentang cinta.
Dengan berbagai macam cara penyampaian tokoh, si penulis berusaha membumbui mereka dengan sikap humoris sesuai karakter sifat agar terlihat lebih hidup dan menghapus sebagian hipotesis tentang titik jenuh dalam naskah cerita ini.
  
Dari awal bab sampai pertengahan bab, cerita yang tertulis memang sengaja tidak memunculkan tokoh antagonis. Alasannya, menurutnya, karakter jahat seperti itu akan terasa semakin menarik bila muncul di akhir-akhir setelah tokoh 'Ramah', sukses dalam menjalankan tugasnya sebagai peran utama dalam cerita. Baru setelahnya, si penulis menjanjikan klimaks yang tiada henti dari saat munculnya tokoh antagonis ini, dalam arti mencoba memaksa pembaca ikut merasakan.
   
Untuk lebihnya, mungkin suatu kata hanya akan menjadi kata bila tanpa tindakan yang terselip di dalamnya. Semoga kelak bila karya tulis ini terbit, dapat dan mampu bermanfaat untuk kebanyakan manusia yang ingin mengerti arti hidup ini apa.

Sesuai dengan akhiran kata dari cerita ini, "bacalah saat hujan, maka menangislah bersama langit.", sekian terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar

Jadilah satu dari sekian banyak suara dengan manfaat di dalamnya.

 
;