Kau berikan sesuatu yang tak pernah diberikan bidadari pada mentari...
Membuat sejauh apapun kuberpijak...
Namamu selalu terang menghiasi ingatan ini...
Kini aku lelah...
Selelah angin yang selalu berhembus...
Sepoi tak berirama...
Dan berlalu...
Mereka berlari, tak ada yang tahu...
Mereka pasrah, tak ada yang tahu...
Kini hanya sekertas cinta yang dapat terbaca...
Seuntai kasih...
Seputih parasmu...
Tak pernah namun terkenang kekal...
Jujur saja, aku memang lelah berusaha mendapatkan perhatianmu...
Yang selalu mengambang...
Penuh arti tanpa makna...
Memang benar aku selalu membenci ketidakpastian ini...
Salah bila kau beranggapan aku yang selalu salah...
Lalu, apa bedanya kau dengan belati?
Yang tajam...
Pemberi luka luar maupun dalam...
Penghancur lara penumpas hasrat...
Dan masih berlalu...
Teruslah berlari...
Menjauhlah sesuka hatimu...
Namun, satu hal yang perlu kau tahu...
Cinta ini selalu abadi...
Untukmu...
Untuk angin yang tak pernah tahu guna apa ia berhembus...
Untuk bidadari laksana akulah mentari yang hanya hangat di pagi hari...
Perindu yang sempurna, penyimpan luka...
Dan selalu berlalu...
Berlalu...

2 komentar:
Bagus banget lang :')
Terima kasih :-)
Posting Komentar
Jadilah satu dari sekian banyak suara dengan manfaat di dalamnya.